14
May
09

SEJARAH DAN TATA RIAS DAN BUSANA PENGANTIN DAYAK KALIMANTAN TENGAH

PENGANTIN  DAYAK NGAJU

Berkiprah  untuk perkembangan dan kemanjuan kebudayaan Kalimantan Tengah, khususnya pelestarian   seni merias pengantin Dayak Ngaju, para perias  pengantin sangat penting untuk memahami, mempelajari bahkan menguasai seluk beluk adat istiadat  dalam perkawinan khusunya pengetahuan dan ketrapilan  seni rias dan busana  yang sangat kaya akan ornamen, makna  dan nilai filosofis.

Didalam sejarahnya zaman dulu, tata rias pengantin  dayak  memang tidak ditangani secara khusus seperti sekarang. Pengantin dirias oleh  perempuan yang dituakan yang mempunyai kelebihan ketrampilan  serta dirias secara sangat sederhana. Perhiasan seluruh keluarga pengantin dikumpulkan untuk dipasangkan  kepada pengantin.

Adapun yang sangat terkenal zaman dulu  adalah seorang perias di tahun sekitar 1930-1955 yaitu Neneknda  ibu Emi Martinus Antang di Kabupaten Kuala Kapuas yang merias sampai ke daerah Barabai Banjarmasin Kalimantan Selatan

Setelah itu disambung oleh  Ibunda Christiana Edy Musa yang lebih dikenal dengan panggilan Indu Wima….yang juga mempunyai hobi dan bakat ketrampilan merias pengantin di Kota Palangkaraya  dengan , bersama dengan perias lain yaitu alm ibu Tining dan ibu Serilus  Atak. Beliau bertiga lah di Kota Palangkaraya yang meneruskan dan mengembangkan Rias Pengatin.

Pada tahun tujuh puluhan   muncul  beberapa perias muda yang mengikuti kursus   dan memperdalam ilmu rias pengantin  di Jakarta da Surabaya  sampai  mengikuti ujian negara, yaitu  ibu Linda Nisida, ibu Brita Asi Saloh, Ibu Risnu Rita, Ibu Mastania Setep Patianom, ibu Ida  Ayu Romsah.

Dalam perkembangannya sekarang   Seni Rias Pengantin sangat  maju , modern dan banyak mengalami perkembangan dan modifikasi dengan dasar yang sudah  ada dan masih lestari.

Sekarang  setelah tata rias  berkembang terus dari tahun ke tahun ,khususnya tata rias pengantin adat Dayak ,dengan cara terus menerus memperkenalkan  kepada masyarakat  pasa saat tahun ’90 an, maka  pada umumnya  suah kembali mengenal dan memakai simbol-simbol perlambang dari budaya daerah. Khususnya  yang sangat terkenal adalah BATANG GARING  atau POHON KEHIDUPAN . Ornamen ini  dipakai sebagai latar belakang pelaminan pengantin, busana, sketsel,  dll

Motif BATANG GARING   mengandung  mkna yang sangat dalam dan sakral yaitu lambang manusia dan penciptanya, nila-nilai moral,  hidup yang lurus, rukun, kebikan,  kewajiban dan hak  pria dan perempuan yang harus dilaksanakan selama hidup di dunia.

Motif juga menggambarkan  unsur flora, fauna dan air abadi yang menjelmakan kehiduan termasuk terciptanya mahluk manusia Pria dan Wanita pertama.

Dalam kehidupan sehari-hari perkembangan busana pengantin sudah banyak dipengaruhi oleh kebudayaan, Islam, Barat,  Jawa, Banjar.  Namun  ciri khas tetap dipertahankan  misalnya :

1. Perhiasan kepala pengantin dari daerah Barito  Utara terutama di kalangan suku Dusun Tabuyan disebut RINGIT RINI. Dalam perkembangannya perhiasan menjadi sangat unik. Awalnya sangat sedrhana  kemudian berkembang menjadi  cukup  unik, dan perlu lebih gencar  memperkenalkan kepada masyarakat.Ringit Rini berarti  perhiasan emas dan bunga-bungaan, serta daun kelapa yang dipasang  pada bagian kepala belakang.

About these ads

3 Responses to “SEJARAH DAN TATA RIAS DAN BUSANA PENGANTIN DAYAK KALIMANTAN TENGAH”


  1. 1 indri erang
    November 21, 2009 at 7:00 am

    Halo mina Linda, narai kabar? Aku handak menenga komen tuh lah.. Amun tege namean kea foto2 busana pengantin Kalteng je are bara daerah2, misal ah bara daerah Seruyan, Bartim, Barsel, Kapuas, Lamandau, mangat gitan uluh kakare ragam kekayaan daerah itah khusus ah model pakaian daerah Kalteng. Awi masih are menurutku je kurang inampayah akan dunia luar kkayaan daerah itah tuh shingga tau kalah ampi bara ewen bara Kaltim je jadi are ketawan uluh tapi mun itah ngesah bara kueh asal, bara Kalteng, Palangka Raya, are je masih dia ketawan daerah itah n narai2 ih je khas bara Kalteng je tau uluh mingat. Trims. Salam sukses akan mina sekeluarga.

  2. January 16, 2012 at 1:36 pm

    Mengenal baju pernikahan khas kalteng…..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



http://anakjalanan.blog.niwakarya.com
Saya terlahir sebagai seorang wanita dari suku Dayak Ngaju Kalimantan Tengah. Berikut ini adalah berbagai pemikiran saya, dari sudut pandang saya sebagai seorang wanita Dayak , terhadap berbagai permasalahan di lingkungan yang menarik perhatian saya.

LANGUAGE

May 2009
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Terhitung

  • 87,286 pembaca

live traffic feed


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: