03
Jun
09

PALI DAN PERSIAPAN PERKAWINAN PENGANTIN DAYAK ZAMAN DULU

TRADISI PALI   DAN PERSIAPAN PERNIKAHAN MASYARAKAT DAYAK  TEMPO DULU

Tradisi  di daerah /Kota kami  Kalimantan Tengah  pada tahun ’70 an  saat menjalani prosesi Pali  untuk calon pengantin (Pali adalah   memantang beberapa  hal tertentu yang menjadi  tradisi  dalam keluarga Dayak)  masih ada pada sebagian masyarakat dayak.

Sebagai langkah awal prosesi  tradisi /adat  Dayak Ngaju , kalau hendak mencari seorang perempuan untuk dijadikan isteri ,maka  kedua  belah pihak/kerabat yang dituakan  atau teman yang dipercaya  akan   menyelidiki  secara diam-diam  calon  istri/suami  bagaimanakah   BIBIT BEBET BOBOT atau keadaan keluarga /keturuanan siapa calon istri/suami  sehingga  cocok untuk diambil  sebagai istri/suami  pendamping hidupnya. Demikian juga sebaliknya , sudah tentu ini tanpa  harus diberitahukan kepada yang bersangkutan.Setelah cocok maka langkah berikutnya adalah  pihak  keluarga laki-laki  datang kepada keluarga perempuan  dengan memberikan  TANDA  HAKUMBANG AUH ( tanda bahwa seorang pria berniat mengambil seorang perempuan untuk menjadi  istrinya) .

Setelah   TANDA   HAKUMBANG AUH  berupa uang   diterima dan pihak  Perempuan tidak menolak/tidak mengembalikan uang tanda  Hakumbang Auh  dalam waktu seminggu sampai sebulan  , maka tahap selanjutnya adalah  MAMANGGUL.

MAMANGGUL  artinya si gadis  diikat/ di pinang bahwa dia sudah  ada yang memiliki dan itu dilaksanakan  tiga bulan sampai 2 tahun ,tergantung kesepakatan  sebelum  hari pernikahan dengan menyerahkan  seperangkat PAKAIAN SINDE MENDENG sebagai tanda  keseriusan pihak laki-laki dengan menghadiahi  calon istri nya seperangkat  busana  dengan pernak pernik perempuan selengkapnya..

Setelah tanggal perkawinan  ditetapkan  yaitu kebiasaan saat BULAN MANDAI ( Terang bulan , Pali atau pantang  kalau bulan  gelap diadakan kegiatan sacral, )  maka persiapan yang lainnya sudah mulai direncanakan dengan matang. Maksudnya kalau kegiatan dilakukan  pada saat terang bulan maka semua pekerjaan lancar dilakukan dalam suasana  terang karena didesa tidak ada listrik.

Pertama surat menyurat dan barang-barang adat yang  akan diserahkan  pada malam MAJA MISEK atau peminangan secara resmi yang erring juga disebut PENGANTEN MANDAI, disaksikan seluruh keluarga dan undangan  untuk  Pemenuhan Jalan Hadat atau pemenuhan syarat adat menurut  adat dayak Ngaju sesuai kesepakatan.

Persiapan  berikutnya  adalah membuat LALADANG/ sekarang sudah modern diganti TENDA.dari Kayu bulat, Terpal, Kajang dan  HANDAYANG ENYUH( daun kelapa) untuk hiasan pinggir  terpal sebagai tanda  bahwa disana ada perhelatan pengantin.Cukup  lama persiapan pemesanan kayu-kayu bulat untuk membuat laladang/tenda.

Secara tradisi sebulan sebelum hari H ,mulailah dengan  TRADISI PALI (pantangan untuk calon pengantin,si perempuan   DIPINGIT tidak boleh keuar rumah dan  tidak boleh bertemu dengan si Jejaka  , kalaupun bertemu   hanya sebentar  beberapa saat saja  kalau  ada  urusan sangat  penting setelah itu disuruh pulang….. tidak boleh bertemu.Walaupun dengan berbagai alasan,…. .pura-pura mengantar barang lah, ada yang ketinggalan lah………..padahal  sangat   ingin  bertemu muka  dengan calon istri , yah  hanya diijinkan sebentar.Itupun dengan  ledekan-ledekan supaya cepat pulang…….alhasil pulanglah  ngeloyor dengan tersipu.

Ada cerita lucu yang   sering terjadi  ……Setelah menikah selama seminggu tidak boleh keluar rumah, katanya PALI juga  alasannya, pengantin  baru lagi berbau wangi sehingga bisa terkena hal yang tidak diinginkan atau guna-guna ……Padahal sudah dengan suami pun masih tidak diijinkan keluar rumah……PadahaL lagi seru-serunya film Emilia Contessa, Benyamin, Ida Royani, leny Marlina , Silat David Chiang, Cleopatra, di Bioskop Panala ,yahhhh…..  apa boleh buat  karena  banyaknya pali ,gak ada kerjaan  lain malah main petak umpet( main sembunyi-sembuyian)  karena masih malu sama calon suami………, mendengar para Tetua yang  berkumpul datang dari semua penjuru , mereka bergantian MANSANA/ berdongeng  atau menceritakan kembali  kehebatan mereka semasa muda dalam berburu , tehnik bakar hutan untuk berladang, bertemu hantu di hutan  , mendidik / mengasuh anak,, mencari makanan disaat perang , menyembunyikan para perawan di tengah hutan  karena  di datangi tentara Jepang , mendayung perahu Rahai Pangun kepunyaan  Datu SANGKURUN  bergantian  di setiap kampung orang yang mendayung ,…..seminggu baru  sampai di Banjarmasin, mengatasi  persengketaan   atau pun   perselingkuhan yang terjadi dirumah Betang  atau , Kesah Palui,dll

Yah….. kerja nya  rame-rame dengar SANSANA setiap malam… sembari tidak lupa  MAKAN LEMANG dengan ikan asin    sepat dan sambal terasi.

PALI  ketiga yaitu seluruh sanak keluarga yang  remaja  ikut tidur dikamar pengantin selama tiga hari……..alhasil kurang tidur becanda terus sampai  larut malam  menjelang pagi …. Kenapa ohhh…  mungkin mereka  ikut rame-rame  karena jarang ketemu. . Semua pali tidak diberi tahu sebelumnya sehingga terkaget-kaget….. kenapa orang banyak masuk tidur dikamar pengantin. Dalam hati berpikir :”…mmm…ohh mungkin mereka  diluar kepenuhan ,atau  bercanda sebentar  di kamar pengantin …” Tunggu punya tunggu  eh tambah banyak dan ….. bercanda  terus malah   sebagian sudah mulai ngorok  sampai menjelang pagi..

Besoknya begitu lagi apa boleh buat  terpaksa harus menurut kata orang tua, tidak berani protes .

Pali keempat  tidak boleh keluar rumah .DIPINGIT….Selama sebulan persiapan  kerjanya  hanya BEKASAI SIANG MALAM/ berbedak basah , dengan   KASAI BISA/ bedak basah dari bahan beras dicampur bunga melati dan bunga kenanga.

Ritual mandi lulur campur asam jawa +  bubuk beras ketan yang dibuat sendiri  dua kali sehari saat mandi  rutin dilaksanakan.Mandi air bunga yang sudah direndam selama semalam…….memang sangat wangi dan segar.Mungkin sama dengan SPA , bedanya hanya tidak  mandi rempah/rendam  karena belum ada bath tub.Jadi langsung disiram.

Mandi uap dengan ramuan dayak, dimana tubuh sudah diolesi dengan  BEBOREH DAN BABANYUN dari ramuan Arab.

Semua dilakukan sendiri  ermasuk menanam bunga Aster Putih  beberapa pot sudah dilakukan 3 bulan sebelumnya, sehingga semakin dekat hari perkawinan  , bunga Aster dirawat baik-baik supaya bunganya  mekar dengan bagus dan dipersiapkan   untuk BUNGA TANGAN DAN MAHKOTA  saat PEMBERKATAN kUDUS DI GEREJA .Juga  daun asparagus untuk  Bunga Tangan dan hiasan kamar.

Pekerjaan lain yaitu menyiapkan semua bunga  mawar putih  dari kain ciffon  untuk  dekorasi kamar pengantin.Ranjang pengantin  masih ranjang besi dan memakai penutup kelambu dari bahan brokat putih bermotif bunga..

Untuk hiasan Meja rias ? Membuat  bunga artifisial  anggrek  bulan  yang sangat cantik dari bahan kertas Hong Kong ( khusus bahan membuat bunga) bahan yang sangat halus dan empuk  berbentuk lembaran kertas.

AKSESORIS RAMBUT

Membuat sendiri atau menyewa kuncup  melati dari  Tali rafia  Jepang  warna putih untuk  membuat melati beruntai  dari bahan khusus untuk bunga sekarang sudah tidak ada dijual  untuk sanggul  acara resepsi  dan acara adat Pengantin Mandai.

Menyiapkan sanggul DEWI berbentuk bunga untuk Resepsi kebetulan lagi  trend model  sanggul Dewi .dan sanggul  JAWA untuk acara adat .. dan menyiapkan sloyer dari bahan tule putih  dengan tempelan bunga mawar kecil.

Kembang goyang, anting , giwang, gelang , dan bros.

BUSANA PENGANTIN.

Acara adat memakai KEBAYA PANJANG    songket .

Busana  ke gereja GAUN  CLOCKROOK( potong payung) dari brokat putih dengan motif bunga.atau banyak juga di Desa masih memakai kebaya putih pendek kebaya Kartini untuk ke Gereja sekaligus resepsi karena di desa  Pesta  di siang hari.

Busana resepsi KEBAYA  PENDEK PUTIH BROKAT/ KEBAYA PANJANG KAIN LAME + KAIN SIDAMUKTI kalau di Kota..

Kain sidomukti  banyak dijual oleh Ibu Mul adik ipar dari ibu Tyilik Riwut.

Semua hand made sendiri….. maklum dulu tidak ada toko  yang menjual peralatan dan aksesoris pengantin seperti sekarang..

Semua pilihan itu  kain  dan model sesuai yang lagi trend saat itu….yaitu Rok barat clockrook, Kebaya Pendek, Kebaya panjang bahan keemasan, songket sambas atau songket Palembang Sumatra..

MENU RESEPSI  menurut saya tidak kalah dengan sekarang .

Acara Adat  tetap harus menu  khas Dayak :    Juhu Umbut Kelapa, Masak merah daging dan sambal goreng  Kacang Putih.

Resepsi      :  menu  Rollade daging, Sambal goreng kentang, udang Goreng, Sup, Slada.

Kebaktian   : Rawon

Acara Terakhir…. setelah selesai Resepsi dan hari ketiga  resepsi khusus untuk pemuda,….. maka  acara PAKAJA MANANTU diadakan  1-6 bulan setelah itu .

Seminggu samapi Enam bulan setelah pernikahan maka acara  selanjutnya adalah yang terakhir  dipenuhi yaitu Pakaja Manantu .Sesuai dengan tradisi suku masing-masnig sungai berlainan serta

dilaksanakan dengan  sangat meriah .

Apakah dengan semakin  berkurangnya  orang menghargai lembaga perkawinan nan sangat sakral  saat ini, dengan gampangnya  perkawinan bubar, perceraian yang  menjadi solusi  kedua pihak…….mungkinkah tradisi ini sebagian untuk dilestarikan  dan  di kenalkan kembali untuk  kaum muda  karena  sudah terlalu  jauh  pola  pergaulan yang kurang pas untuk  membangun keluarga yang bahagia sampai kakek  nenek  ? …..Mungkinkah orang  suatu saat akan bosan dengan trend pergaulan  gaya  barat dan…memutuskan kembali  menikmati  alam  TEMPOE DOELOE   yang  bernuansa  sakral dan hikmat.? …….. Waktulah yang akan menjawab.

About these ads

13 Responses to “PALI DAN PERSIAPAN PERKAWINAN PENGANTIN DAYAK ZAMAN DULU”


  1. 1 Karolina
    October 30, 2009 at 1:03 pm

    Luar biasa tulisan ibu, parendeng ikei je tabela ttg budaya “itah”. En.. knampi pali hung zaman tuh msh berlaku lah bu…Amun tau bu aku hdk tawan mslh “perjanjian kawin adat dayak ngaju” akan bhn tesisku…Trmksh

  2. 2 linda
    November 1, 2009 at 12:39 pm

    Terimaksih Karo;line jadi maja ke blog ibu…… Kayanya adat jetuh sejak th 80an jadi nihau , makannya …..semkain are keluarga berantakan awi nilai kehidupan , nilai perkawinan, nilai kekerabatan , nilai hukum dan filosofi semakin hialng dan tidak dikenal generasi muda,,,,, perlu kerja keras untuk membawa meeka untuk kembali mencintai tradisi dan jati diri sbg orang Dayak……Ingat bangsa Jepang modernisasi tidak menghilangkan tradisi meereka ……

    Perjanjian Perkawinan dan Pemenuhan hukum adat…..bukan Kawin Adat……karena Kawin Adat artinya Perkawinan yang tidak disetujuai keluarga sehingga dibawa ke pada Demang untuk dikawinkan…..biasnya itu Demang yg mengawinkan , bukan lembaga gereja…kalau kristen…..

    terimaksih… salam perkenalan….GBU

  3. 3 Karolina
    November 3, 2009 at 3:05 pm

    Trmaksh atas jwbn & koreksi ibu…
    maaf aku misek hindai bu, are je dia aku katawa msl adat dayak.mgkn awi jd tahi hung lewu uluh.
    1. Apa yg mlatarbkangi timbulnya Prjnjian Perkawinan adat (je handak duanku khsus Prjnjian kedua belah pihak dlm pernkhn adat).
    2. Apakah Perjjian itu msh berlaku skrg & apa makna dr perjjian itu.
    3. Ketika terjd perceraian, bgmn spy perjanjian ini bs dipenuhi.Dan siapa yg berhak menangani hal itu.
    Terimakasih bu, smentara tuh jite helu.Ela bosan bu lah…..
    Kira2 aku tau shering dgn ibu lbih lanjut lwt blog tuh atau lwt email?? Dan amun aku buli PRy, taulah aku balaku ibu sbg salah satu informan??
    Tuhan Memberkati.

  4. 4 linda
    November 3, 2009 at 7:39 pm

    Terimaksih ….mungkin lebih mangat lewat email ih……..mungkin tau payah email ku huang fesbuk…Linda N Taway.

    nishida_taway@yahoo.co.id…te email ibu.

    Ake tege susun buku upacara adat penganten 6 Kabupaten Kalteng…kareh amun ke praya tau maja kan sanggar , jalan raden saleh IV no 2 Paraya.
    Amun ibu jatun tege je menjaga sanggar , hete tege dijual , ibu membuat 4 macam buku penganten je jadi dibakukan dan ujian nasional tege 3 buku ….

    Tks lah itah tau saling mengisi…

    Amun sejarah Penganten dayak dan adat te lagi hindai selesai ibu mengisi huang blog , lagi are je hindai nulis , awi ibu lagi sibuk….dan male kurang sehat , jadi dia mood menulis..hehehe
    Amun tahi naharep komputer agak pusing , jadi tahi dia tersiisi…..

    kKareh tege lengkap 7 Kabupaten,,,

    Tkas..lah GBU

  5. 5 karolina
    November 23, 2009 at 12:14 pm

    makasih bu…
    mun buli Praya, kareh aku berkunjung k sanggar ibu. JBU

  6. March 4, 2010 at 6:10 am

    salut untuk ibu Kartini di zaman kini yang sedang berdikari dengan sepenuh hati…!!

  7. 7 Vironika Bahat
    April 23, 2010 at 12:10 pm

    Dearest Ibu Linda,

    Sebelumnya saya mohon ijin menggunakan bahasa Indonesia, walaupun saya adalah perempuan asli Dayak Ngajo. Namun dengan pertimbangan agar apa yang saya ungkapkan disini juga bisa dimengerti dan dipahami oleh rekan-rekan yang berkunjung ke blog ibu dan kebetulan tidak bisa berbahasa Dayak Ngajo.

    Tanpa bermaksud menyanjung, dengan rendah hati jujur saya ungkapkan, sejak dulu saya mengagumi kiprah ibu dalam mengembangkan budaya Kalteng. Sejak bapak masih menjabat sebagai walikota, wakil gubernur, sampai sekarang, ibu tetap ibu yang saya kenal yang selalu aktif dalam memajukan budaya kalteng.

    Salut dengan tulisan dan penggalian budaya yang ibu paparkan disini. Saya sangat dibantu pada saat mencari sejarah atau hikayat atau asal muasal dibalik suatu tata cara adat yang kita lakukan. Apalagi sekarang ini sangat sulit menjumpai tulisan yang lengkap mengupas masalah budaya kita. Padahal sebagai generasi muda, kami perlu mengetahui DENGAN BAIK budaya Kalimantan Tengah. Bagaimana kita bisa mencintai budaya kita sendiri kalau kita tidak mengenalnya sama sekali ???

    Selain itu, dengan adanya tulisan ibu, kami semakin menyadari bahwa adat dan budaya kita sangat cantik dan indah serta kaya. Jika itu kita lestarikan dan kembangkan, maka akan jadi potensi daerah yang sangat berharga.

    Berkaitan dengan budaya pula, minggu depan saya akan berangkat ke Thailand mengikuti meeting tahunan para generasi muda dari 11 negara ASEAN dan Jepang. Dalam acara tersebut ada 4 topik diskusi yang diangkat. Kebetulan saya dapat “jatah” tentang “Preservation of World Heritage”. tentunya yang dibahas pun warisan dunia termasuk Nature heritage (warisan alam) dan juga Culture heritage (warisan budaya). Jika ada saran atau masukan dari ibu untuk saya jadikan sebagai bahan dalam diskusi nantinya, dengan rendah hati dan hati terbuka saya terima.

    Saya berharap, teruskan menulis dan menggali budaya Kalteng,bu.
    Sekian dan terima kasih,

    Vironika Bahat (Vee-Bee)

  8. 8 Linda
    April 23, 2010 at 5:20 pm

    Tks banget Veronika … selamat berkenalan dan selamat datang ke blog ibu… Kalu untuk Budaya masih banyak yg belum tertulis ,,,,wah asik fesbukan…xixixix..
    Untuk Perawatan 40 hari penganten , mungkin bisa dijadikan diskusi?

    Perawatan sangat diperlukan unutk persiapan mental dan pisik calon mempelai agar siap lahir batin unutk membentuk rumag tangga baru.

    Agar penganten menikmati masa tahap awal , betapa sakralnya sebuah Perkawinan sehingga diharap selama sebulan calon memmepersiapkan mental agar setelah jadi istri menjadi orang yg bertanggung jawab dan memelihara keluarga sepenuh kasih , Sehingga terhindar dari Perceraian..karena itulah yg sekarang menjadi momok para pasangan keluarga , Mahligai perkawinan itu banyak yg terpecah dan karamkarena kurang dihargai ….nah disana betul2 mereka belajar dan merenungi apa yang telah diputuskan unutk sebuah keluarga baru…….Mempunya tujuan yang jelas unutk berumah tangga.Dan memelihara kesakralan itu dg baik ….Menyiapkan mental nanti separoh dari dirinya dibuang unutk menerima separoh dari diri apa adanya suaminya…..Mengayuh bersama biduk ke samudra luas menghadapi semua tantangan kehidupan……

    Tks,,,,, selamt jalan selamat membawa harum nama Kalteng……

  9. 9 Risty Oktavia
    September 13, 2010 at 3:11 pm

    jadi mipen, kawin…

  10. 10 evy yustina
    May 29, 2011 at 7:15 pm

    sebagai warga negara indonesia kita tentu harus mengetahui berbagai adat dan tradisi daerah lain seperti saya yang mencari tentang tradisi perkawinan di kalteng,sya mengucapkan terimakasih ibu mau berbagi kebudayaan perkawinan di kalteng truskan bu tulisanya tentang berbagai kebudayaan di kalteng.salam!!!

  11. 11 Hj.Rietna
    May 8, 2013 at 5:22 am

    Sangat suka baca tulisan2 Ibu…Semoga anak2 muda kita jg suka membaca ini agar tau ttg budaya Dayak dan budaya ini tdk mnjadi hilang.Trmksh,ibu.

  12. 12 rinus
    February 21, 2014 at 1:21 pm

    Puna menarik tutu bacaan tuh bu, menarik bagi aq gawi 1 nyelu hindai acarakuh hahahaha :D
    izin aq pa share artikel tuh akan FB.

    salam,
    Rinus
    Kuala Kapuas


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



http://anakjalanan.blog.niwakarya.com
Saya terlahir sebagai seorang wanita dari suku Dayak Ngaju Kalimantan Tengah. Berikut ini adalah berbagai pemikiran saya, dari sudut pandang saya sebagai seorang wanita Dayak , terhadap berbagai permasalahan di lingkungan yang menarik perhatian saya.

LANGUAGE

June 2009
M T W T F S S
« May    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Terhitung

  • 87,478 pembaca

live traffic feed


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: