15
Mar
09

Belajarlah Untuk Berkata “Cukup”

mandi uang

Alkisah, seorang petani menemukan sebuah mata air ajaib.Mata air itu bisa mengeluarkan kepingan uang emas yang tak terhingga banyaknya. Mata air itu bisa membuat si petani menjadi kaya raya seberapapun yang diinginkannya, sebab kucuran uang emas itu baru akan berhenti bila si petani mengucapkan kata “cukup”.
Seketika si petani terperangah melihat kepingan uang emas berjatuhan di depan hidungnya. Diambilnya beberapa ember untuk menampung uang kaget itu. Setelah semuanya penuh,dibawanya ke gubug mungilnya untuk disimpan disana.Kucuran uang terus mengalir sementara si petani mengisi semua karungnya, seluruh tempayannya, bahkan mengisi penuh rumahnya. Masih kurang!

Dia menggali sebuah lubang besar untuk menimbun emasnya. Belum cukup, dia membiarkan mata air itu terus mengalir hingga akhirnya petani itu mati tertimbun bersama ketamakannya karena dia tak pernah bisa berkata cukup. Kata yang paling sulit diucapkan oleh manusia barangkali adalah kata “cukup”.

Kapankah kita bisa berkata cukup?
Hampir semua pegawai merasa gajinya belum bisa dikatakan sepadan dengan kerja kerasnya. Pengusaha hampir selalu merasa pendapatan perusahaannya masih dibawah target. Istri mengeluh suaminya kurang perhatian. Suami berpendapat istrinya kurang pengertian. Anak-anak menganggap orang tuanya kurang murah hati. Semua merasa kurang dan kurang.

Kapankah kita bisa berkata cukup? Cukup bukanlah soal berapa jumlahnya. Cukup adalah persoalan kepuasan hati. Cukup hanya bisa diucapkan oleh orang yang bisa mensyukuri. Tak perlu takut berkata cukup. Mengucapkan kata cukup bukan berarti kita berhenti berusaha dan berkarya. “Cukup” jangan diartikan sebagai kondisi stagnasi, mandeg dan berpuas diri. Mengucapkan kata cukup membuat kita melihat apa yang telah kita terima, bukan apa yang belum kita dapatkan. Jangan biarkan kerakusan manusia membuat kita sulit berkata cukup. Belajarlah mencukupkan diri dengan apa yang ada pada diri kita hari ini, maka kita akan menjadi manusia yang berbahagia.

Belajarlah untuk berkata “Cukup”

NN

diposting oleh Bpk. Herry (aching_herry@yahoo.com)

Terimaksih  kepada FR .Bastian Wawan, yang berkenan saya  memasukan posting ini .

Semoga kita semua  seluruh bangsa yang lagi sakit ini, bisa merenungkan  hidup kita yang singkat ini, untuk dijalankan dengan penuh tanggungjawab.

Tuhan tidak pernah terlambat memenuhi kebutuhan kita, jadi kita harus belajar SABAR , TAHAN NAPSU , dan mampu berkata CUKUP  dalam segala perkara.

Disinilah peran PEREMPUAN   dalam suatu keluarga  yaitu seorang ibu , sebagai PENOLONG yang sejati.Sebagai  Pribadi yang lebih tegar dan kuat secara mental dari laki-laki sangat menentukan.Istri bisa  menjerumuskan suami atau  menjauhkan suami dari napsu ketamakan. Istri yang bijaksana  selalu berpikir jernih saat tiba=tiba  suami bawa uang banyak , dia akan  bertanya , : “uang apa itu kok  banyak  amat , halal ngak, hati-hati Pak.”

Perempuan diciptakan sebagai penolong berarti ia lebih istimewa dari laki-laki.Diaharus  mempunyai kepekaan, dan pikiran jernih karenanya paling gampang intim dengan Tuhan.Penolong yang selalu dekat dengan Tuhan membuat keluarga  aman  dari berbagai keserakahan  yang bisa  menghancurkan.

 

 


16 Responses to “Belajarlah Untuk Berkata “Cukup””


  1. March 21, 2009 at 11:52 pm

    Nice artikel. Setuju sekali dengan Bu Linda.
    Saat sesorang belum mencapai kecukupan, seringkali pemahaman tentang kata “cukup” ini juga diasosiasikan dengan “pasrah”.
    Bagi yang sudah “berkecukupan”, tidak pernah ada kata cukup.
    Mungkin karena masih banyak orang belum belajar “berbagi” apa yang sudah dimiliki.
    Terima kasih sharingnya Bu, memberikan inspirasi dan pencerahan!

  2. 2 lindanisida
    March 26, 2009 at 8:29 pm

    Terimaksih Must_ Gogo!….mampir berkunjung ke blog saya. ats tanggapan nya. Saya setuju bahwa kita dengan segala KETERBATASAN ,…. tetap bisa BERBAGI dengan orang yang terdekat yang memerlukan pertolongan kita.

    Kalau kita membiarkan diri kita HANYUT dengan mati2an nyari uang … dIMANA hidup ini tidak pernah membuat kita mengatakan cukup, karena disekitar kita penuh dengan tekanan PERSAINGAN, GAYA HIDUP HEDONIS, MENCARI POPULARITAS,TITEL, HARTA, TAHTA, WANITA……yang bisa membuat kita stress , bagaimana memenuhi standar itu dengan mecari uang yang sebanyak2nya.

    Itu semua bisa membuat pikiran kita tidak jernih, tidak peka, tidak sehat, …. dan semakin membuat kita menjauh dari Tuhan…. lama-lama TENGGELAM .

    Mungkin bapak setuju bhawa Tuhan lebih tertarik kepada HATI YANG TULUS , BERSYUKUR, NRIMO dengan apa yang ada , daripda MERK BAJU kita, , Hobby kita, Kegagahan kita, Jabatan kita…..dan Uang kita .

    Dan uang Tuhan titipkn dengan kita untuk menolong sesama.

    Kembali… saya sangat merindukan ,situasi seperti ini PERAN IBU RUMAH TANGGA membawa keluarga selalu BERDOA mendekat pada Tuhan itu menge-Rem …lajunya napsu serakah….sangat menentukan dalam karir diri/suami dan keluarga,sehingga semua tidak mabuk dengan DUNIA.
    Bukan sebaliknya sering terjadi justru ISTRI lah yang menambah laju dan sangat happy dengan MATA AIR UANG .
    Semoga…kita doakan …semua bangsa kita dapat menahan diri. sehingga Tuhan selalu mengasihi kita.

  3. 3 tukang nggame
    March 29, 2009 at 11:41 am

    Wah mantap bu postingannya..tapi itulah sifat manusia yang gak bisa puas akan keadaannya sekarang.

  4. May 17, 2009 at 12:19 am

    wah enaknya bs bhs dyak ngju.ajrin donk.sy blum trlalu bs bhsa dayk ngju

  5. 5 lindanisida
    May 17, 2009 at 8:48 pm

    Yuk..ibu bantu..boleh baca aja artikel bahasa ngaju diatas salah satunya…..

    Trimaksin dah berkunjung ya…..

    Semoga nanti sukses…kalau mau cepat , punya kamus hidup lebih baik

    Sukses untuk anda.

  6. June 6, 2009 at 6:10 am

    apa kabar ibu
    mengalahkan diri sendiri memang menjadi perjuangan abadi manusia

  7. 7 lindataway
    June 6, 2009 at 7:02 am

    Puji Tuhan kabarku?….lebih dari sekedar baik.

    Mengalahkan diri perjuangan yang teramat berat….penuh air mata, tarik menarik, sering diri kalah demi alasan materi dan dunia yang menyenangkan dan meningkatkan prestise, kekaguman dan hormat orang lain .

    Tapi manusia umatnya Tuhan tidak boleh menyerah dengan Dunia yang sangat kuat menekan DIRI MANUSIA.

    Kita berdoa terus supaya kuat dan ….. semakin kuat.

  8. June 17, 2009 at 2:09 pm

    Memang ketamakan dan keserakahan itu hanya akan membawa kepada kehancuran bahkan kebinasaan. Semoga kita para wanita, bisa menjadi pribadi yang tangguh dan selalu bersyukur atas nikmat-Nya, sehinnga mampu menciptakan generasi yang jauh dari keserakahan.

    Lam kenal juga yaa. Nice post..

  9. June 18, 2009 at 8:10 pm

    Hi Linda, thanks for visiting my blabbing place hehehe
    Nice one you have here !🙂

    Cheers ^^

  10. 10 linda taway
    June 19, 2009 at 7:33 pm

    Thank U Miss Zane and Desy Noor..for your visiting my blog….very happy I can sharing to You , learn from the youth mean giving love and time ……very nice we have here.

    Cheers….

  11. July 3, 2009 at 1:39 pm

    ya benar mbak kalo kita merasa kurang terus namanya kan orang yang gak bersyukur…audzubillahimindzaliq

  12. 12 Idris
    January 10, 2011 at 2:42 pm

    Ada pencerahan universal di sini. Manusia memang kadang mengejar apa yg diinginkan karena tdk mengukur apa sesungguhnya yg dibutuhkan.
    Ijinkan aku mengutip cerita itu sbg bahan nasehat/pelajaran yg menarik untuk adik-adik bimbinganku. Terima kasih

  13. 13 linda
    January 11, 2011 at 8:26 am

    SElamatpagi…sama2..Idris..apa kabarmu pagi ini?…SElamat tahun Baru ya,,semoga di tahun yg baru ini anda semakin diberkati berlimpah dan semakin diberikan kemudahan dan kemurahan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa….

    Terimaksih kalo bisa diambil pelajran kerena kita semakin diperkaya oleh oranglain….dan saling berbagi dan memberi…..karena motto saya.. semua apa yg kita punya mari kita bagikan kpd orang lain agar bermanfaat , sehingga orang bisa dengan tegak berdiri menjalankan kehidupannya…..

    Hanya kekayaan hati yg bersyukur dan peka lah …kita akan semakin bijak dan menyenangkan hati Allah….
    SElamat bertugas dan sukses unutk anda…..God Belss U

  14. 14 Midelman Menteng
    April 29, 2011 at 11:48 am

    Sip Bu…..mantab….lanjutkan dan tuntaskan….aku rajin amun are aku tau manyupa blog je kilau kutuh….jadi tau memonitor perkembangan narai bewei…^_^

  15. 15 linda
    April 29, 2011 at 2:34 pm

    Hehe…terimaksihhhh lah akanpujian nya…keleh itah utus dayak semakin exist , berjuang dan siap merebut semua peluang . Dia hanya jadi PNS dan jadipenonton…….
    Itah akan jadi para pekerja keras…..dengan menjadi wira usahawan…. itu akan membuat kalteng maju……

    Terimaksih . sukses akam lah …IsenMulang
    .

  16. 16 Joha
    June 21, 2011 at 10:04 am

    Sangat baik sekali artikelnya bu…keren sekali..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



http://anakjalanan.blog.niwakarya.com
Saya terlahir sebagai seorang wanita dari suku Dayak Ngaju Kalimantan Tengah. Berikut ini adalah berbagai pemikiran saya, dari sudut pandang saya sebagai seorang wanita Dayak , terhadap berbagai permasalahan di lingkungan yang menarik perhatian saya.

LANGUAGE

March 2009
M T W T F S S
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Terhitung

  • 155,565 pembaca

live traffic feed


%d bloggers like this: