13
Apr
09

BAHASA GAUL DAN PELESTARIAN BAHASA NGAJU


BAHASA GAUL DAN PELESTARIAN BAHASA

DAYAK NGAJU.


BAHASA MENUNJUKKAN BANGSA , itulah bunyi sebuah ungkapan.

Sebagai seorang awam yang tidak ahli dalam bahasa, tetapi sangat prihatin melihat kenyataan bahwa generasi muda Kalimantan Tengah sudah banyak yang melupakan bahasa ibu mereka sendiri, seperti Bahasa Ngaju, Maanyan, Kedorih, Lamandau,dll, khususnya bahasa Ngaju yang umum dipakai sehari-hari.Bahasa Ngaju hanya dipakai oleh orang tua dan nenek, kecuali dipedesaan masih ada kaum muda yang berbahasa Ngaju.

Penulis sangat merindukan kembali mendengar bahasa -bahasa yang sangat unik tersebut. Tahun 2006 saat di Barito Timur, dalam perjalanan lewat darat sengaja singgah di Pasar tradisional, berjejal di pasar sayur dan pasar ikan …. Hanya demi mau mendengar penduduk local berbicara bahasa Maanyan dan Kalua….. namun penulis kecewa…… yang penulis dengar lagi-lagi bahasa Banjar.

Tahun 2007 saat penulis Ke Kasongan Kabupaten Katingan, penulis sengaja jalan-jalan ke Pelabuhan sungai, disitu banyak orang berkumpul menunggu klotok( kendaraan air untuk berangkat ke Tumbang Samba dan TumbangLahang. Saya mendengar mereka bicara pakai bahasa Katingan yang merdu ….saya lega . Kerinduan terobati walau hanya sebentar berbincang dengan mereka. Kunjungan ke Kabupaten Lamandau juga penulis masih menemukan bahasa lamandau walaupun banyak yang memakai bahasa Indonesia gaul.

Kurang lebih Lima belas tahun terakhir ini semakin luas dan sangat digemari oleh generasi muda di Kalimantan Tengah , yang namanya Bahasa gaul . Bahasa gaul seolah-olah sudah menjadi bahasa Indonesia formal. Dimana saja, kapan saja, bahasa gaul menjadi trend anak muda.Media TV sangat ampuh menyebarkan bahasa-bahasa prokem tersebut yang lama kelamaan menjadi bahasa Indonesia karena dipakai juga disemua pertemuan. Kecuali forum acara resmi kenegaraan.

Bahkan para pendidik , penceramah, Pejabat, juga sering tidak sadar menyelipkan bahasa Betawi dan bahasa gaul pada saat mengajar , memberi ceramah atau dialog dalam suatu forum resmi, misalnya seperti kata “ …gitu loh ….”, ….bareng…., elo, sih…,.dong….,deh…,cuek,…emang gue pikirin…..Seolah-olah kurang pas kalau tidak memakai gaul. Mungkin dianggap “ nggak gaul “, nggak keren “,dll

Disaat yang sama Bahasa Dayak khususnya Bahasa Dayak Ngaju yang dulu sangat umum dipakai, mulai ditinggal ,tidak dipakai, tidak dikenal , oleh generasi muda Dayak khususnya dan orang Kalimantan Tengah umumnya. Kebanyakan generasi muda Dayak lebih fasih berbahasa Indonesia gaul dean bahasa Banjar daripada bahasa Dayak. Padahal didalam pergaulan dan bermasyarakat , seseorang dikenal dari bahasanya , dari logat dia berbicara , sehingga kita bisa tahu darimana dia berasal.

Sampai tahun 1970 bahasa Ngaju masih terdengar sebagai bahasa sehari-hari dipakai di rumah , di pasar, di tempat pertemuan, di tempat ibadah, di sekolah, di kampus, di kantor, di tempat pesta ,dimanapun baik itu pertemuan kaum muda ataupun kaum tua. Saat itu Nuansa Dayak terasa sangat kental di Kalimantan Tengah sehingga para pendatang dengan cepat bisa berbahasa Ngaju karena kaum muda memakai bahasa Ngaju untuk percakapan sehari-hari.

Sejak masuknya Televisi ke Kalimantan Tengah tahun 1980 ,… surat kabar, macam-macam majalah remaja, dan hubungan tranportasi pesawat lancar ke pulau Jawa.

Sejak itulah kebanyakan keluarga Dayak mengajar anak berbahasa Indonesia untuk percakapan sehari-hari .

Tidak heran akhirnya bahasa Ngaju, mulai terlupakan , tidak lagi digemari dan parahnya dianggap kuno dan kampungan.

Tidak hanya bahasa nya, dialegnya pun …. Kalau berbicara indonesia masih ada dialeg logat Ngaju maka , yang berbicara akan diolok dan ditertawakan , akhirnya sebisa-bisanya logat Ngaju itu tidak terdengar sedikitpun oleh si pemakainya saat berbicara..

Bahasa menunjuk Bangsa.

Siapa yang tidak bangga kalau bangsa lain , suku lain dengan fasih memakai bahasa Dayak Ngaju, paling tidak orang mengerti secara pasif. Saat berbicara orang langsung tahu seperti apa logat bahasa Dayak dan langsung tahu bahwa dia berasal dari Kalimatan tanah dayak .Misalnya seperti orang sudah sangat akrab dengan logat Batak, Bali, Padang, Ambon, Jawa, Manado…dan seharusnya juga Dayak juga demikian , bisa dikenal secara nasional .

Sudah saatnya bahasa Ngaju kembali lagi di bahasakan dalam setiap rumah tangga di Kalimantan Tengah.

Khususnya pada keluarga muda yang masih mempunyai anak kecil usia Emas 1-12 tahun, agar mereka menanamkan , memakai dan mengajarkan sekaligus bahasa Dayak,Bahasa Indonesia yang baik dan benar, dan bahasa Inggris kepada anak, karena usia tsb anak cepat mengerti,serta untuk lebih mencintai bahasa ibu.

Daripada uang dibelanjakan untuk makanan yang kurang perlu, mainan mahal yang lama kelamaan anak bosan , dan bisa rusak , lebih baik uang digunakan untuk belajar bahasa asing juga. Karena pada masa globalisasi ini penguasaan bahasa asing sangat diperlukan dengan tidak melupakan bahasa ibu sebagai identitas diri.

Untuk mempercepat pelestarian kembali maka instansi yang paling berkompeten melaksanakan adalah Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Kalimantan tengah yang saat ini dijabat oleh Bapak Drs Hardi Rampay. Beliau sangat gencar ,peduli dan memperhatikan akan perkembangan Budaya Kalimantan tengah khususnya pendidikan Wajar 9 tahun

Adanya  Program ini menunjang program Gubernur Kalimantan Tengah MAMANGUN   DAN  MAHAGA  LEWU

Dengan program Muatan lokal telah ada diterbitkan dan dicetak buku paket Upon Ajar Basa Dayak Ngaju dikarang oleh Hanna Pertiwi Spd cs , Kamus Bahasa Dayak dan Cerita Rakyat oleh Drs.Donis Iper ,dll

Suatu prestasi dan kebanggaan bagi kita semua , semoga Bahasa Ngaju kembali membumi ,dicintai ,dalam akar budayanya. Terutama peran orang tua sangat  menentukan dalam pelestarian ini.

Disarankan untuk lebih disenangi remaja , maka perlu ada variasi kegiatan seperti Mengarang  minimal dua kali sebulan, lomba mengarang, lomba karungut, Lomba mendongeng atau bercerita ,vocal group di sekolah-sekolah.

Program KAMPANYE KUTAK ITAH ( Bulan Berbahasa Ngaju ) sangat penting untuk  diprogramkan pada  momentum tertentu, dimana selama sebulan penuh dikumandangkan lagu-lagu dayak, ditempat-umum, terminal, dirumah, di toko2, dipasar, dan memperkatakan bahasa Ngaju sebagai bahasa percakapan selama sebulan, pada momentum tertentu dan wajib di dalam keluarga..

Kita semua tidak mengharapkan dua puluh tahun kedepan Bahasa Dayak Ngaju masuk ke Museum.  Kita ingin Bahasa Dayak menjadi tuan dinegri sendiri.

Penulis :  LINDA NISIDA

23 Responses to “BAHASA GAUL DAN PELESTARIAN BAHASA NGAJU”


  1. 1 Iwan
    April 18, 2009 at 4:11 pm

    Wah..wah..wah, bahalap tutu nah Bu isi tulisan tuh.. jarang-jarang tege oloh peduli dengan macam tuh..tapi thanks (te’ ye balalu inggris ih te balua) puna bahali kea ampie Bu.. are tarima kasih ih awi tege aran lewungkuh je nyewut ibu hong hunjun te endaw..

    Salam hangat
    dari NL

  2. 2 lindataway
    April 18, 2009 at 9:31 pm

    Salam hangat kea….Iwan …Maaf asal bara kueh…. en sakula mimbit keluarga kah..?

    Semoga sukses lah ibu doa kan .

    Ibu hanjak ketun bersemangat tingii mempersiapkan diri , kareh jadi pemimpin huang Palangkaraya.

    God Bless U.

  3. May 12, 2009 at 6:55 pm

    aku rajin tutu membasa posting ibu tuh, awi metuh tuh puna isut je ikei je masih tabela tuh mehapan bahasa Dayak (dayak ngaju tuntaung dayak katingan). Waktu pire nyelu je lewat huran amun waktu sakula amun tege je antara ikei kawalan je mahapan bahasa dayak pasti kana sewut “uluh lewu, uluh ngaju”. amun angat atei pehe tutu angat ah.

    pendidikan bahasa dayak ngaju (muatan lokal) huran tege baya sampai SD ih. dan pelajaran te i andak sakula melai andau sabtu paling rancak, sehingga are kawalan je maanggap mata pelajaran te jatun guna bahkan anggap remeh. Pelajaran muatan lokal te limbah aku tame SMP tuntang SMA jatun gitan ampi ndai sampai wayah tun.

    amun melai jawa tuh je katawang ku pelajaran bahasa jawa, ewen i ajar sampai SMA, dan sampai kuliah tuh paksa angat mempelajari bahasa ewen, awi ewen dia mahamen mahapan bahasa ewen.

    mudah-mudahan bahasa itah tuh dia akan nihau bara petak danum itah kabuat.
    semoga sukses program pemerintah te tau melestarikan budaya itah je handak dia gitan.

    salam.

  4. 4 lindanisida
    May 12, 2009 at 7:23 pm

    Trimaksih atas kujungan Pahari Sariyatno,….Selamat HUT Kalteng…. salam kasih
    trimaksih itah jadi sehati dan sepemikiran untuk bagaimana kembali bahasa dayak dipakai sehari-hari oleh orang dayaak sendiri.

    Ikei sekeluarga jadi mulai kembali menerapkan , awi termasuk ikei sekeluarga je dia mahir berbahas ibu.

    Ikei tege mimbit 4 bahasa melai huma : dayak ngaju, lamandau, indonesia, ingrris.
    Awi tege esu je umur 2 tahun .
    Blog mulanya handak nutup ibu awi dia tawan cara untuk banyak pengunjung, mikeh dia menarik dan dia berkualitas, maka jarang ada tanggapan.
    Tapi awi kuan ketun bahalap, jadi balang i aku menutupe…. he..he Trimnaksih sanjungan na lah , jadi semangat aku menulis lagi…

    Tks lah,, salam,

  5. May 12, 2009 at 9:44 pm

    Aku harap ela Ibu manutup blog jituh awi aku are dinun kare pangatauan bara blog ayun ibu tuh, contoh are kare pribahasa, kare resep masakan, kare makna aran uluh, kare teka-teki, kare kisah.
    ela manutup blog jituh, Bu lah.

    terima kasih, Bu.

  6. 6 lindataway
    May 12, 2009 at 10:05 pm

    Iyuh Ken…. tarimakasih support ah…. aku hanjak itah saling melengkapi.

    Kuan Amsal sulaiman nah : BESI MENAJAMKAN BESI, MANUSIA MENAJAMKAN SESAMANYA.

    Trimaksih. God Bless U.

  7. 7 Ato Susanto
    May 26, 2009 at 10:36 am

    salam tabe, akan ibu linda, semoga sejahtera selalu, aku sampet tarpukai dan taharu dengan dengan lewu setelah aku mambaca isi tulisan ibu. aku sendiri berasal baru kasongan dan jadi tahi melai hong jakarta, jadi are dia ingat penggunaan bahasa itah ngaju, aku hanjak setelah membaca isi tulisan ibu tuh. mudah-dahan bermanfaat untuk manambah wawasan tentang kemajuan lewu kasongan kab katingan hilir je selama jituh jadi ku malihi.

  8. 8 lindanisida
    June 3, 2009 at 4:29 pm

    Salamat halemeiPahari Ato Susanto…..wah aku dia menyangka tege kunjungan bara Pahari huang Jakarta….Trimksih amun tulisan jituh mengguggah uras ateiitah uluh Dayak.

    Aku paham merindukan oloh Dayak dengan jati diri ayu e je paham unik nenga Haatalla, je tampil huang bentuk dan ulih belum Gantung tuntang Batuah, segah dan Kakueh tanjung tetei uras bahasil.

    Awi ututs itah tuh dia uluh barangai , tapi handak leteng jati dirie.Jadi ikei metuh tuh khusus kawan anak tabela matei-matei hindai palembut palampang utus ayue mahalau ide tuntang pikiran je namapa seminar male HUT Kalteng denagn Pak Gubernur.
    Sykuur lah pak .., itah harus bulat atei, hapakat , tabe uras akan keluarga intu jkarta.
    Ikei uras sehat ih. Ibu Linda.

  9. 9 abdi
    June 4, 2010 at 5:36 pm

    mntp bjur situs, jituh hnyr za tasupa dgn situs kktuh……………

  10. 10 abdi
    June 4, 2010 at 5:38 pm

    hmpari kia,uluh itah kia

  11. 11 linda
    June 16, 2010 at 2:43 pm

    Terimaskasih Abdi jadi maja ibu…. tau kritik blog je ibu harun belajar kea,,,,,

  12. 12 Risty Oktavia
    October 6, 2010 at 9:29 am

    bingung… jinun tugas manampa folklor lisan khusus dayak… pepatah-pepatah dayak ngaju dia paham kula Bu…

  13. 13 linda
    October 7, 2010 at 1:38 pm

    Are dijual Rys eka pak Donis Iper melai jalan Ranying Suring dekat gereja Betania……

    Narai je tau imbantu ibu?……tks lah jadi maja ke blog ibu……

  14. April 3, 2011 at 12:09 pm

    salam kaban jerahat bu…
    wah, moga dia nihau basa nagju/ berobih basa itah ti lah bu…
    bangga ku terlahir sebagai uluh bakumpai-keninjal bu…
    maharep are pemuda je rajin melestari basa dayak lah bu…
    amin ih..
    (Bakumpai-Keninjal) Sampit…
    salam semangat Tumbang Anoi bu!!!

  15. April 3, 2011 at 12:12 pm

    oh yoh, tege kah lagu2 daerah itah bu, je pop selain karungut…
    uluh iban-maanyan are lagu2 binyan bu…

  16. 16 linda
    April 4, 2011 at 8:25 am

    SElamat hanjewu Fredy…selamat hasundau…..

    Maaf ibu jatun koleksilagu dayak…..hehe….mungkin tege huang blog dayak je beken…

    Iyuh itah tetepa kompak, semangat..ela hakun di obok2 uluh tu..kayanya mulai tegeg uluh je handak mamapa uluh dayak dg issu kayau…
    Pokonya itah tetep jadi uluh dayak yg bermartabat , cerdas dan berbudi…..
    terimaskih itah tetap menjaga nilai budaya dayak huang hidup itah…..ela mahamen jadi dayak…itah bangga..itah senang …
    Dayak is Greatt!!!…..

  17. 17 waluyo
    April 9, 2011 at 10:42 am

    bu. kl masakn khas nya kalteng apa ya…? kl ada minta resepnya. Tks.

  18. 18 linda
    April 10, 2011 at 3:30 pm

    A da ..itu buka aja di Daftar masakan dayak…itu ada resep2nya……
    semoga bermanfaat ya…selamat mencona Waluyo

    salam ISEN MULANG……

  19. 19 Ibnu
    May 12, 2011 at 2:47 pm

    bu, klo Dayak Kalteng punya huruf/aksara gak? saya ada tugas untuk membuat huruf dari ciri khas lokal.

  20. 20 Linda
    May 15, 2011 at 7:16 pm

    selamat malam Ibnu….seperti nya tidak ada..hanya haruf latin biasa saja….
    terimaksih sudah berkunjung ke blog ibu…semoga bisa berikan info , semoga banyak manfaatnya……salom

  21. 21 elisa theresia
    July 10, 2013 at 1:42 pm

    selamat bentuk andau bu, bersyukur aku tau dinun blog ibu tuh..aku are dinun ilmu bara blog ibu tuh je tau mandohop kia akan referansikuh, awi aku wayah tuh lagi manulis tugas akhir tentang anak muda dan liturgi dayak ngaju bu…ela tende manulis ttg bahasa dayak ngaju bu…melalui tulisan tuh itah uluh dayak tau disadarkan amun itah harus mehapan bahasa itah sebagai identitas dan sebagai wujud sinta itah akan budaya Dayak…

  22. July 30, 2013 at 6:06 pm

    Tewrimaksih Elisa…ibu gin lagi belajar tuh…tahi doa mengsi samapi jadi dia ku mingatah hindai…..hehehe….maka ribet kea mengisi te bihin…asyik huang fesbuuk…..iyuh say….semoga bermanfaat lah….selamat malam….salam Isen MUlang

  23. 23 Richie Singaraca
    March 11, 2014 at 3:11 pm

    Tabe helun akan uras pahari je tege tu hetuh

    Puna tutu je sanan awi ibu/mina Linda tuh
    Awi amun je sature kuh, anak tabela wayah tuh jarang tutu je mahapan kutak itah hong lingkungan ah.
    Mungkin are faktor ah kia je manampa ewen tau kalute, kilau kurang pendidikan kutak itah intu keluarga, sakula DLL


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



http://anakjalanan.blog.niwakarya.com
Saya terlahir sebagai seorang wanita dari suku Dayak Ngaju Kalimantan Tengah. Berikut ini adalah berbagai pemikiran saya, dari sudut pandang saya sebagai seorang wanita Dayak , terhadap berbagai permasalahan di lingkungan yang menarik perhatian saya.

LANGUAGE

April 2009
M T W T F S S
« Mar   May »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
27282930  

Terhitung

  • 155,565 pembaca

live traffic feed


%d bloggers like this: