04
Jun
09

SUNGAI DAN JEMBATAN SALA KASONGAN

Sungai SALA  Kasongan di tengah malam.

Di Tahun 1983, Kota kecil Kasongan masih  berpenduduk  sekitar 2000 jiwa. Siang hari sepi, sore  lumayan ramai, malam kembali  sepi.Yang  lumayan ramai hanya  komplek sekolah . Kalau kami mau bolak balik ke Palangkaraya , kami   turun di Batang Paman Dimel naik perahu kelotok  menyeberang  sungai Katingan. Perahu  tidak memakai tutup, jadi angin semilir  sejuk menerpa wajah  dan ……. Gemercik  air  yang dingin  dengan  aroma   hutan  yang khas dan  suasana pedesaan   membuat hati ku merasa damai  dan terbuai dalam   letupan suara  mesin kelotok .

Sulit ku lupakan . tok..tok..tok…ko…tok…. terus perahu melaju menuju   sungai SALA, masuk…. disitu  sungai kecil meliuk-liuk diantara pohon besar , agak gelap…kemudian keluar  dan  berhenti di Jembatan SALA.

Ada  cerita lucu, pada saat  jalan Palangkaraya  Kasongan sudah  tembus  walaupun masih berbatu-batu  besar    karena masih  pengerasan jalan , tidak  mengendurkan semangat para  pegawai dan masyarakat  bolak balik  ke Palangkaraya walaupun di malam hari. Suatu saat  tepat jam 24.00  tengah malam seorang bapak  sampai di sungai Sala dari Palangkaraya .Jembatan Sala  saat itu masih terdiri dari   pohon/batang bulat yang besar-besar, sehingga kalau air dalam dan banjir maka  pohon/batang   naik keatas dan posisi jembatan berobah……Nah si bapak  mambawa sayur sop-sopan , kentang , wortel ,dalam kantongan kresek.

Pada saat posisi motor ditengah, maka  ban motor  masuk kesela-sela  batang pohon .Si bapak  mengangkat ban belakang  terus ban depan jatuh, di angkat ban depan ban belakang  jatuh , terus menerus begitu beberapa lama.

Pada saat si Bapak kecapean , udara  dingin tengah malam  semakin menusuk , ribut bunyi burung hantu , dia duduk didepan motor  yang masih lengket  disela batang, dia kaget………”Wahhh ..kok kentang ku habis, wah jangan-jangan diambil hantu …”  semua kresek sudah kempis , ngak ada isinya ……hiiii   …..kontan merinding bulu kuduk , karena disitu juga  kadang-kadang angker .

Akhirnya dicoba lagi …. Bisaaaa!!!  …….si bapak ngebut terus ke Kasongan  takut dikejar hantu yang makan kentang.

Ehh…. Pagi nya beliau balik lagi kesana ……melihat bekas  kejadian semalam. Si bapak celingak celinguk , terus lihat kebawah………”Ohhh..!!…..ternyata  kentang nya bertebaran dibawah air  kelihatan dari atas. Bukan  dimakan hantu .

Dari CERITA ini penulis mengambil pelajaran , bahwa disaat kita sendiri, tengah malam, suasana sunyi  terasa mencekam, pikiran kita bisa  menjadi tidak jernih, takut padahal tidak ada apa-apa.Kita harus menjadi orang yang pemberani  dan sebaiknya  bepergian ditempat sunyi angker  tengah malam lebih baik kalau membawa teman.Siapa tahu ada bahaya lain .Terutama kalau bepergian pakai motor.

Kalau membawa barang jarak jauh sebaiknya pakai  Tas atau keranjang bukan kresek, karena gampang sobek.


0 Responses to “SUNGAI DAN JEMBATAN SALA KASONGAN”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



http://anakjalanan.blog.niwakarya.com
Saya terlahir sebagai seorang wanita dari suku Dayak Ngaju Kalimantan Tengah. Berikut ini adalah berbagai pemikiran saya, dari sudut pandang saya sebagai seorang wanita Dayak , terhadap berbagai permasalahan di lingkungan yang menarik perhatian saya.

LANGUAGE

June 2009
M T W T F S S
« May    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Terhitung

  • 155,565 pembaca

live traffic feed


%d bloggers like this: