05
Jun
09

HAJAMUK

“ HAJAMUK …..ALHASIL WAJAH  BOPENG”.

Katunen sangat sepi, hanya ramai oleh pegawai rumah sakit , pegawai Pembantu Bupati katingan , dan sekolah SMA di Tumbang Liting.

Nah ada dua orang Guru SMA yang  tiap pagi melintas dengan motor   didepan  rumah Jabatan Pembantu Bupati, yang kami tinggali,yaitu namanya  bapak  Bakal Kunom  dan seorang lagi bapak yang  tidak ketinggalan sebuah lanjung ( luntung/keranjang bambu) dipunggungnya .Sampai sekarang masih ingat   kalau ke Kasongan .

Saya tidak tahu apa isi lanjung yang dibawanya setiap hari, mungkin beliau sekaligus berkebun..

Kebetulan saya  adalah Ketua PKK dan ketua Dharma Wanita  Pembantu Bupati  Katingan .Sebagai orang baru beberapa bulan tinggal di Kasongan sehingga banyak hal kegiatan  tradisi  Desa dan situasi  yang saya belum tahu.

Nah……..Untuk mengisi kesepian setiap sore  kami ibu-ibu istri pegawai dan anggota PKK seperti ibu Arius Rasan, Indu Hargo, Ibu P.T.Talawang, Ibu Yani, IBu Pukew, ibu Murni, ibu Rale, dll masih banyak ibu-ibu yang saya sudah lupa namanya., yang tinggal di komplek /lingkungan   perumahan PNS.

Kami  berkumpul   didepan Kantor Pembantu Bupati sebelah kantor Kejaksaan, membuat KEbun PKK dan  Apotik Hidup , yang terdiri dari  bumbu-bumbu dapur, sayuran, jagung, ubi kayu/singkong,katu, lempang/gambas,dan  kacang panjang.

Pada saat memulai  membakar  rumput,  kemudian membersihkan  dan menabur benih, saat itulah   ada  acara BAJAMUK.Saya kurang paham  maksud mereka , karena tidak tahu seperti apa Bajamuk. Sewaktu ibu-ibu  terkekeh tertawa mulai mengambil arang  bekas daun yang dibakar, menaruhnya ditangan terus digosok-gosok ……saya diam saja masih  tidak mengerti………Tiba-tiba mereka   mendekat langsung permisi :”…..maaf bu   kita hajamuk….”….ohhhh  muka saya hitam karena digosok arang , tapi  kita tidak boleh marah karena itu adat. “ balas bu…balas bu!!….”  teriak ibu yang lain, seraya  menyodorkan arang  ditangannya……Nah…sayapun ikut-ikutan membalas   memoles arang diwajah ibu-ibu.   “….ha…ha…ha…” semua  bopeng .Wahh saya baru tahu  rupanya BAJAMUK adalah  saling membedaki  wajah dengan arang rumput yang dibakar, untuk tanda dimulainya   penanaman  kebun .Mengakrabkan  hubungan , dan lebih saling kenal .Semua  tertawa gembira, muka hitam sambil  menyantap  gorengan ……biasa kan ibu-ibu kalau ngumpul pasti ada yang bawa  makanan.

Nah Pak Bakal rupanya   sempat membaca plang APOTIK  HIDUP DAN KEBUN PKK Katunen. Pada suatu sore kami berkerja beliau lewat  pakai motor terus singgah, “ Bu..ibu-ibu!!…… anu  …itu loh kebunnya mending  pindahin aja  kesana.sekalian sama plang nya  kebawah pohon durian, tambah tulisan 1 km dari sini…….kan disini  sering  banjir….hehehehe…” terus Beliau pergi seraya terkekeh..

“ Ah bapak itu ngeledek aja, kurang kerjaan …kan disana sepi , hutan ngapain kesana” saya ngomel dan semua tertawa.

Sebulan setelah itu………datang banjir langganan… kami kemana-mana jalan kaki rok nya diangkat ,  kebun kami mulai terendam ,  lama kelamaan  tambah naik, naik,…………hancurlah semua kebun kami.

Banjirnya dalam, hampir 1,5 meter, ….. semua penduduk melakukan aktifitas pakai perahu.

Saya tinggal di Kasongan  selama 2,5 tahun kemudian  tahun 1986 pindah ke Muara Teweh.


2 Responses to “HAJAMUK”


  1. April 25, 2011 at 8:07 pm

    hihihihi…
    Wah, saya baru tahu juga ada tradisi semacam itu…unik ya.

  2. 2 Linda
    April 26, 2011 at 12:21 pm

    Hahaa…….kenangan manis itu dik….beberapa ibu 2 terkasih itu sudah meninggal……saya sangat mengasihi mereka,,, ibu2 sederhana dan setia…serta senang berbagi pengalaman dg kami2 yg saat itu masih sangat muda,,,,

    Terimasih , semoga tradisi itu tidk hilang di desa…..
    salam manis unutkmu , selamat berjuang selamath Kartini…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s



http://anakjalanan.blog.niwakarya.com
Saya terlahir sebagai seorang wanita dari suku Dayak Ngaju Kalimantan Tengah. Berikut ini adalah berbagai pemikiran saya, dari sudut pandang saya sebagai seorang wanita Dayak , terhadap berbagai permasalahan di lingkungan yang menarik perhatian saya.

LANGUAGE

June 2009
M T W T F S S
« May    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Terhitung

  • 155,565 pembaca

live traffic feed


%d bloggers like this: